Sebelum menuju ke Bahasa Pemrograman C++, alangkah baiknya kita pahami dulu apa itu Algoritma dan Bahasa Pemrograman.
Algoritma adalah suatu langkah-langkah yang disusun secara logis dan sistematis untuk penyelesaian suatu masalah.
Algoritma harus membutuhkan Bahasa Pemrograman. Sedangkan Bahasa Pemrograman adalah bahasa yang digunakan untuk menuliskan algoritma agar dapat dimengerti oleh komputer.
Bahasa Pemrograman ada banyak sekali, salah satunya Bahasa Pemrograman C atau C++.
* Bahasa C
Bahasa C merupakan salah satu bahasa yang popular digunakan dalam pemrograman. Pertama kali bahasa C dikembangkan oleh Dennis Ritchie di Bell Laboratories. Awalnya bahasa C hanya dapat dijalankan dalam System Operasi UNIX tetapi pada perkembangannya bahasa C sudah dapat digunakan dalam system operasi MS-DOS pada IBM. Bahasa C memiliki kemampuan yang sangat luas. Selain itu C memiliki kesederhanaan dalam ekspresinya dan kerampingan kodenya. Akan tetapi, C bukan merupakan bahasa yang terbaik karena bentuk bahasanya kurang jelas. Bagi pemula akan merasa sulit dalam menggunakan C tetapi nantinya bila terbiasa bahasa C merupakan bahasa yang menyenangkan untuk dipakai. Kesulitan yang diuraikan
bersifat sementara saja.
Penerjemah dalam bahasa pemrograman ada dua macam, yaitu interpreter dan compiler. Interpreter merupakan penerjemah yang menerjemahkan instruksi per baris setiap saat. Sementara compiler merupakan penerjemah yang menerjemahkan seluruh instruksi dalam program secara sekaligus dan kemudian menghasilkan executable file yang langsung bisa dijalankan. Bahasa C menggunakan compiler sebagai penerjemah.
* Bahasa C++
Berbicara tentang C++ biasanya tidak lepas dari C, sebagai bahasa pendahulunya. Pencipta C adalah Brian W. Kerninghan dan Dennis M. Ritchie pada sekitar tahun 1972, dan sekitar satu dekade setelahnya diciptakanlah C++, oleh Bjarne Stroustrup dari Laboratorium Bell, AT&T, pada tahun 1983. C++ cukup kompatibel dengan bahasa pendahulunya C. Pada mulanya C++ disebut “ a better C “. Nama C++ sendiri diberikan oleh Rick Mascitti pada tahun 1983, yang berasal dari operator increment pada bahasa C. Keistimewaan yang sangat berari dari C++ ini adalah karena bahasa ini mendukung Pemrograman Berorientasi Objek ( OOP / Object Oriented Programming).
Program C++ dapat ditulis dengan menggunakan berbagai editor teks, seperti EDIT (milik DOS), WordStar, SideKick, ataupun menggunakan editor bawaan dari kompiler. Program C++ biasa ditulis dengan nama ektensi .CPP (dari kata C Plus Plus). Agar program bisa dijalankan (dieksekusi), program harus dikompilasi terlebih dahulu dengan menggunakan kompiler C++.
Borland C++ dan Turbo C++ adalah contoh media editor sekaligus sebagai Compiler
sumber :
http://www.masadie.co.cc/2010/01/pengertian-algoritma-dan-bahasa.html#more
Kamis, 03 Juni 2010
Proses-proses Booting Sistem Operasi Windows
Proses-proses Booting Sistem Operasi Windows
Pada saat komputer dinyalakan pasti komputer akan melakukan suatu proses yang di sebut Booting.
Pengertian Booting adalah proses pemasukan arus listrik ke dalam peralatan komputer sehingga komputer dapat berkomunikasi dengan pengguna.Langkah awal proses booting yang dikerjakan oleh Sistem Operasi adalah Bootstrap Loader,tujuannya untuk melacak semua I/O yang terpasang pada komputer. Untuk lebih jelasnya silahkan di baca Artikel Tentang Proses Booting Pada Windows di bawah ini.
Proses start up booting Windows dapat diuraikan sebagai berikut :
1. MBR (Master Boot Record) adalah sebuah program yang sangat kecil yang terdapat pada sector pertama hardisk, MBR kemudian me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori.
2. NTLDR kemudian memindahkan komputer ke "flat memory model" (bypassing the 640KB memory restrictions placed on PCs) kemudian membaca file BOOT.INI.
3. Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file BOOT.INI untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstall windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp.
4. Sebelum meload windows xp, NTLDR membuka program lain ke dalam memory yang disebut NDETEC.COM. File ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, NDTECT.COM memberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR.
5. NTLDR kemudian berusaha me-load versi Windows XP yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan file NTOSKRNL pada folder System32 yang terdapat pada directory windows xp . NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah "kernel" Setelah kernel tersebut di-load ke memory, NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named HAL.DLL. HAL.DLL controls Windows’ famous hardware abstraction layer (HAL)
6. NTOSKRNL kemudia menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah meload beberapa "low-level system drivers". Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat "core" sistem operasi windows xp.
7. Kemudian, Windows akan memverifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer, kalau terdapat lebih dari satu hardware profile windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profile maka windows akan langsung me-load default profile.
8. Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, Pada saat ini tampilan monitor menampilkan "Welcome To Windows XP boot screen".
9. Terakhir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan "logon screen".
Itulah yang dikerjakan Sistem Operasi Windows ketika melakukan Booting. Sebagai tambahan, Macam-macam Booting itu di bagi menjadi beberapa macam, yaitu :
A. Cold Booting
Cold booting adalah proses booting saat komputer yang tadinya mati harus lebih dahulu menghidupkan power.
Langkah-langkah melakukan Cold Booting :
1. Pastikan bahwa kabel pada power suply atau listrik sudah terpasang dengan baik.
2. Hidupkan monitor dengan menekan tombol power pada monitor,biasanya ada pada bagian bawah monitor.
3. Tekan tombol power pada bagian depan CPU.
4. Klik tombol start.
5. Klik turn off komputer
B.Warm Booting
adalah booting komputer dalam keadaan hidup. Cara untuk melakukan warm booting antara lain mengikuti langkah-langkah (4 dan 5 diatas)
sumber :
http://www.masadie.co.cc/
Pada saat komputer dinyalakan pasti komputer akan melakukan suatu proses yang di sebut Booting.
Pengertian Booting adalah proses pemasukan arus listrik ke dalam peralatan komputer sehingga komputer dapat berkomunikasi dengan pengguna.Langkah awal proses booting yang dikerjakan oleh Sistem Operasi adalah Bootstrap Loader,tujuannya untuk melacak semua I/O yang terpasang pada komputer. Untuk lebih jelasnya silahkan di baca Artikel Tentang Proses Booting Pada Windows di bawah ini.
Proses start up booting Windows dapat diuraikan sebagai berikut :
1. MBR (Master Boot Record) adalah sebuah program yang sangat kecil yang terdapat pada sector pertama hardisk, MBR kemudian me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori.
2. NTLDR kemudian memindahkan komputer ke "flat memory model" (bypassing the 640KB memory restrictions placed on PCs) kemudian membaca file BOOT.INI.
3. Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file BOOT.INI untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstall windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp.
4. Sebelum meload windows xp, NTLDR membuka program lain ke dalam memory yang disebut NDETEC.COM. File ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, NDTECT.COM memberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR.
5. NTLDR kemudian berusaha me-load versi Windows XP yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan file NTOSKRNL pada folder System32 yang terdapat pada directory windows xp . NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah "kernel" Setelah kernel tersebut di-load ke memory, NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named HAL.DLL. HAL.DLL controls Windows’ famous hardware abstraction layer (HAL)
6. NTOSKRNL kemudia menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah meload beberapa "low-level system drivers". Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat "core" sistem operasi windows xp.
7. Kemudian, Windows akan memverifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer, kalau terdapat lebih dari satu hardware profile windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profile maka windows akan langsung me-load default profile.
8. Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, Pada saat ini tampilan monitor menampilkan "Welcome To Windows XP boot screen".
9. Terakhir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan "logon screen".
Itulah yang dikerjakan Sistem Operasi Windows ketika melakukan Booting. Sebagai tambahan, Macam-macam Booting itu di bagi menjadi beberapa macam, yaitu :
A. Cold Booting
Cold booting adalah proses booting saat komputer yang tadinya mati harus lebih dahulu menghidupkan power.
Langkah-langkah melakukan Cold Booting :
1. Pastikan bahwa kabel pada power suply atau listrik sudah terpasang dengan baik.
2. Hidupkan monitor dengan menekan tombol power pada monitor,biasanya ada pada bagian bawah monitor.
3. Tekan tombol power pada bagian depan CPU.
4. Klik tombol start.
5. Klik turn off komputer
B.Warm Booting
adalah booting komputer dalam keadaan hidup. Cara untuk melakukan warm booting antara lain mengikuti langkah-langkah (4 dan 5 diatas)
sumber :
http://www.masadie.co.cc/
Mengenal jaringan p2p
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama, diantaranya :
1. Untuk membagi sumber daya, contohnya didalam penggunaan printer, CPU, memori atau Hardisk secara bersamaan.
2. Untuk komunikasi : contohnya E-mail, Instant Messaging, Chatting.
3. Untuk akses informasi : contohnya Web Browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Jika muncul pertanyaan bagi anda yang pemula, misalnya. Saya dirumah mempunyai 1 unit komputer dikamar saya, dan adik saya juga mempunyai 1 unit komputer dikamarnya. Bagaimana saya dapat membuat 2 komputer tersebut saling berhubungan? Agar kami dapat bermain game bersama atau bertukar data, sedangkan akses internet kami belum punya.
Sebelum terjawab pertanyaan di atas, kita bahas dulu Tentang Jaringan Komputer berdasarkan fungsi. Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada 2 jenis jaringan komputer :
1. Client-server, Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih.
2. Peer-to-peer, Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat dijadikan server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A, B, C, D, dan E) yang memberi hak akses terhadap file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer-to-peer.
Dari definisi tersebut, jawaban dari pertanyaan diatas adalah menggunakan model jaringan peer-to-peer atau disingkat p2p.
Untuk membangun jaringan p2p, langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah :
Menyiapkan perangkat keras yang belum terpasang sebelumnya, misalkan : Kabel UTP, kartu ethernet, RG konektor dll (diasumsikan anda telah memasang perangkat tersebut ke dalam CPU)
Seting alamat IP dimasing-masing komputer
Untuk Win XP :
Langkah pertama ke Control Panel | Network Conections, kemudian klik kanan pada LAN | Properties. Dalam tab Properties pilih Internet Protocol (IP), kemudian klik tombol Properties, lalu masukan alamat IP nya, misalkan 192.168.0.1 dengan subnetnya 255.255.255.0 kemudian klik OK.
Dan jangan lupa mengganti Workgroup. Dengan cara klik kanan pada My Computer | Properties | Computer Names, kemudian klik tombol change …, lalu ganti workgroupnya sesuai dengan yang sudah anda persiapkan. Pastikan semua komputer menggunakan workgroup yang sama.
Restart Komputer
Jalankan perintah Ping, dengan cara klik Start | Run kemudian ketik misal menjalankan dari komp.1 (Ping 192.168.0.2)
Dan jika anda berhasil, maka hasil ping pada Commandpromt akan menunjukkan Reply.
Jika sampai langkah ini sudah berhasil selanjutnya anda tinggal membuat Folder Sharing untuk keperluan pertukaran file kerja anda. Dan jangan lupa untuk mengaktifkan layanan “File and Printer Sharing”nya.
Selamat mencoba.
Sumber :
http://www.benpinter.net
http://www.pc24.co.id/article/category26_1.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer
1. Untuk membagi sumber daya, contohnya didalam penggunaan printer, CPU, memori atau Hardisk secara bersamaan.
2. Untuk komunikasi : contohnya E-mail, Instant Messaging, Chatting.
3. Untuk akses informasi : contohnya Web Browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Jika muncul pertanyaan bagi anda yang pemula, misalnya. Saya dirumah mempunyai 1 unit komputer dikamar saya, dan adik saya juga mempunyai 1 unit komputer dikamarnya. Bagaimana saya dapat membuat 2 komputer tersebut saling berhubungan? Agar kami dapat bermain game bersama atau bertukar data, sedangkan akses internet kami belum punya.
Sebelum terjawab pertanyaan di atas, kita bahas dulu Tentang Jaringan Komputer berdasarkan fungsi. Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada 2 jenis jaringan komputer :
1. Client-server, Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih.
2. Peer-to-peer, Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat dijadikan server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A, B, C, D, dan E) yang memberi hak akses terhadap file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer-to-peer.
Dari definisi tersebut, jawaban dari pertanyaan diatas adalah menggunakan model jaringan peer-to-peer atau disingkat p2p.
Untuk membangun jaringan p2p, langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah :
Menyiapkan perangkat keras yang belum terpasang sebelumnya, misalkan : Kabel UTP, kartu ethernet, RG konektor dll (diasumsikan anda telah memasang perangkat tersebut ke dalam CPU)
Seting alamat IP dimasing-masing komputer
Untuk Win XP :
Langkah pertama ke Control Panel | Network Conections, kemudian klik kanan pada LAN | Properties. Dalam tab Properties pilih Internet Protocol (IP), kemudian klik tombol Properties, lalu masukan alamat IP nya, misalkan 192.168.0.1 dengan subnetnya 255.255.255.0 kemudian klik OK.
Dan jangan lupa mengganti Workgroup. Dengan cara klik kanan pada My Computer | Properties | Computer Names, kemudian klik tombol change …, lalu ganti workgroupnya sesuai dengan yang sudah anda persiapkan. Pastikan semua komputer menggunakan workgroup yang sama.
Restart Komputer
Jalankan perintah Ping, dengan cara klik Start | Run kemudian ketik misal menjalankan dari komp.1 (Ping 192.168.0.2)
Dan jika anda berhasil, maka hasil ping pada Commandpromt akan menunjukkan Reply.
Jika sampai langkah ini sudah berhasil selanjutnya anda tinggal membuat Folder Sharing untuk keperluan pertukaran file kerja anda. Dan jangan lupa untuk mengaktifkan layanan “File and Printer Sharing”nya.
Selamat mencoba.
Sumber :
http://www.benpinter.net
http://www.pc24.co.id/article/category26_1.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer
Apakah ada perbedaan proxy dan proxy server ?
Proxy adalah istilah umum yang kini digunakan oleh banyak pengguna internet. Dalam bahasa Inggris, proxy merujuk kepada seseorang, yang berwenang untuk bertindak untuk beberapa orang lainnya. Dalam kata-kata, tindakan yang harus dilakukan oleh satu orang dapat dilakukan oleh orang lain tanpa menyatakan identitas-Nya. The meaning of proxy berbeda dengan konteks.
Proxy dan server proxy adalah dua istilah yang digunakan oleh pengguna internet intermediate. J proxy merujuk ke sebuah situs web, yang dapat digunakan untuk memblokir informasi. Dengan kata lain, tanpa batas, Anda dapat memperoleh akses kepada informasi melalui Internet dengan menggunakan proxy websites. Proxy website ini hanya disebut sebagai proxy. Server proxy adalah server antara yang menangani berbagi data antara klien dan server. Data apapun dibagi antara klien dan server harus melewati proxy server. Proxy website dirancang untuk membodohi server proxy.
Hampir semua dinas dan instansi pendidikan menginstal proxy server, yang berfungsi sebagai firewall. Koneksi internet ke komputer dalam berbagai bangunan disediakan hanya melalui server proxy. Setiap bagian dari informasi yang melewati server proxy, adalah log. Dengan cara ini, petugas yang dapat mengontrol akses internet mereka bawahannya atau siswa. Firewall dipasang di server proxy, yang membatasi akses ke berbagai situs web. Dalam sebagian besar kasus, banyak dikenal hiburan dewasa dan situs-situs yang diblokir oleh server proxy.
Proxies dirancang untuk mendapatkan akses ke setiap situs pengguna pilihan tanpa mendapatkan tertangkap oleh server proxy. Bila Anda menggunakan proxy website, identitas Anda akan dirahasiakan dan situs web yang ingin Anda akses, juga tersembunyi. Proxy website ini diperbolehkan oleh proxy server dan Anda bisa mendapatkan informasi apapun yang Anda inginkan. Anda dapat mengakses banyak situs diblokir dari kantor atau sekolah menggunakan proxy websites.
Proxy server yang digunakan untuk mengontrol akses internet di tempat kerja. Selain memblokir situs web, server proxy yang digunakan untuk memberikan yang aman dan lingkungan aman browsing. Semua informasi yang lulus melalui server proxy dapat dianalisis sebelum mereka mencapai setiap terminal. Fitur ini digunakan untuk memblok spyware dan lainnya dari virus yang mempengaruhi pengguna komputer juga. Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kontrol akses, server proxy yang digunakan. Bila jaringan yang terhubung sangat banyak jumlah komputer, menggunakan server proxy menjadi penting untuk memiliki sentralisasi akses ke internet.
Proxy menyembunyikan identitas Anda dan memungkinkan Anda surfing internet tanpa menyatakan alamat IP Anda. Proxies sekarang digunakan oleh banyak pengguna yang ingin menyembunyikan identitas mereka dan melarikan diri dari invaders. Anonymous browsing kini dapat dilakukan dengan menggunakan proxy. Proxies untuk situs jaringan sosial yang sekarang ditemukan melalui Internet semua orang karena ingin menggunakan situs jaringan sosial ketika mereka di tempat kerja. Sedangkan topik menggunakan proxy untuk menolak akses kontrol adalah titik yang kontroversial, anda dapat menggunakan proxy selama Anda mengidentifikasi server proxy dan blok proxy.
By : SSI Team Magetan
Proxy dan server proxy adalah dua istilah yang digunakan oleh pengguna internet intermediate. J proxy merujuk ke sebuah situs web, yang dapat digunakan untuk memblokir informasi. Dengan kata lain, tanpa batas, Anda dapat memperoleh akses kepada informasi melalui Internet dengan menggunakan proxy websites. Proxy website ini hanya disebut sebagai proxy. Server proxy adalah server antara yang menangani berbagi data antara klien dan server. Data apapun dibagi antara klien dan server harus melewati proxy server. Proxy website dirancang untuk membodohi server proxy.
Hampir semua dinas dan instansi pendidikan menginstal proxy server, yang berfungsi sebagai firewall. Koneksi internet ke komputer dalam berbagai bangunan disediakan hanya melalui server proxy. Setiap bagian dari informasi yang melewati server proxy, adalah log. Dengan cara ini, petugas yang dapat mengontrol akses internet mereka bawahannya atau siswa. Firewall dipasang di server proxy, yang membatasi akses ke berbagai situs web. Dalam sebagian besar kasus, banyak dikenal hiburan dewasa dan situs-situs yang diblokir oleh server proxy.
Proxies dirancang untuk mendapatkan akses ke setiap situs pengguna pilihan tanpa mendapatkan tertangkap oleh server proxy. Bila Anda menggunakan proxy website, identitas Anda akan dirahasiakan dan situs web yang ingin Anda akses, juga tersembunyi. Proxy website ini diperbolehkan oleh proxy server dan Anda bisa mendapatkan informasi apapun yang Anda inginkan. Anda dapat mengakses banyak situs diblokir dari kantor atau sekolah menggunakan proxy websites.
Proxy server yang digunakan untuk mengontrol akses internet di tempat kerja. Selain memblokir situs web, server proxy yang digunakan untuk memberikan yang aman dan lingkungan aman browsing. Semua informasi yang lulus melalui server proxy dapat dianalisis sebelum mereka mencapai setiap terminal. Fitur ini digunakan untuk memblok spyware dan lainnya dari virus yang mempengaruhi pengguna komputer juga. Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kontrol akses, server proxy yang digunakan. Bila jaringan yang terhubung sangat banyak jumlah komputer, menggunakan server proxy menjadi penting untuk memiliki sentralisasi akses ke internet.
Proxy menyembunyikan identitas Anda dan memungkinkan Anda surfing internet tanpa menyatakan alamat IP Anda. Proxies sekarang digunakan oleh banyak pengguna yang ingin menyembunyikan identitas mereka dan melarikan diri dari invaders. Anonymous browsing kini dapat dilakukan dengan menggunakan proxy. Proxies untuk situs jaringan sosial yang sekarang ditemukan melalui Internet semua orang karena ingin menggunakan situs jaringan sosial ketika mereka di tempat kerja. Sedangkan topik menggunakan proxy untuk menolak akses kontrol adalah titik yang kontroversial, anda dapat menggunakan proxy selama Anda mengidentifikasi server proxy dan blok proxy.
By : SSI Team Magetan
Tips menggiring search engine ke website anda
Selamat jika website Anda sudah terindeks di search engine! Mungkin Anda sudah melakukan submit secara manual (daftar alamat submit search engine secara manual), atau telah memanfaatkan layanan free submitter semacam http://www.submitexpress.com/.
Namun, website yang telah terindeks di search engine belumlah cukup. Anda harus berusaha lebih keras agar halaman-halaman web Anda dapat terindeks sebanyak mungkin dan masing-masing mendapatkan posisi yang bagus di halaman hasil pencarian search engine.
Ada teknik yang bagus (dan tentunya gratis) yang bisa Anda manfaatkan untuk memgoptimalkan performa website Anda. Teknik ini adalah teknik menggiring search engine populer ke halaman-halaman web Anda. Ya, jangan menunggu terlalu lama agar search engine berbaik hati menelusuri halaman-halaman web Anda. Sekarang saatnya Anda lah yang menyodorkan daftar tugas ke search engine.
Sebagai bonus, teknik ini juga menjadi trik ampuh jika website Anda belum terindeks di Google, dijamin kurang dari seminggu website Anda akan terindeks !
Jenis-jenis File Daftar URL
Pertama, ketahui dulu jenis-jenis file yang harus Anda sodorkan ke search engine :
*
sitemap.xml (dan file kompresinya sitemap.xml.gz) : file daftar URL yang nantinya Anda sodorkan ke search engine Google.
*
urllist.txt (dan file kompresinya urllist.txt.gz) : file daftar URL untuk menggiring search engine Yahoo!.
*
ror.xml : file daftar URL untuk dipertukarkan via sindikasi / RSS Feed.
*
sitemap.html : file daftar URL untuk Anda sajikan ke pengunjung dan Anda cadangkan bagi search engine lain.
Membuat Daftar URL
Kedua, persiapkan file daftar URL seluruh halaman web Anda. Tidak perlu panik jika Anda tidak tahu cara membuat file XML, jangan putus asa jika Anda memiliki ratusan halaman web yang harus didata. Anda dapat memanfaatkan tool pembuat file-file tersebut di atas. Anda dapat mencoba layanan pembuatan file daftar URL secara online semacam http://www.xml-sitemaps.com/, atau menginstal software untuk keperluan ini, misalnya GSiteCrawler (http://gsitecrawler.com/).
Mengupload Daftar URL ke Web Hosting
Ketiga, setelah beberapa format file daftar URL telah Anda miliki, sekarang upload seluruhnya ke web hosting Anda. Letakkan file-file tersebut ke direktori utama (contoh di dalam public_html). File-file ini lah nantinya yang akan terlebih dahulu dirujuk bot search engine saat berkunjung ke website Anda (sesuai dengan format file).
Menyodorkan Daftar URL ke Search Engine
Tahap terakhir, khusus pada search engine Google, Anda dapat lebih agresif lagi dalam menyodorkan daftar URL (sitemap.xml). Caranya dengan memanfaatkan layanan Google Webmaster Tools. Login ke layanan tersebut menggunakan ID account Gmail Anda. Isikan data website Anda, lakukan verifikasi website seperti yang dicontohkan di sana, lalu submit file sitemap.xml yang telah Anda miliki. Jangan lupa, gunakan fitur-fitur Webmaster Tools di sana untuk memantau performa website Anda.
Dengan teknis yang serupa, Anda juga dapat menyodorkan daftar URL (sitemap.xml) ke MSN Live Webmaster Tools.
http://www.semestainformatika.com/index.php?option=com_content&task=view&id=30&Itemid=9
Namun, website yang telah terindeks di search engine belumlah cukup. Anda harus berusaha lebih keras agar halaman-halaman web Anda dapat terindeks sebanyak mungkin dan masing-masing mendapatkan posisi yang bagus di halaman hasil pencarian search engine.
Ada teknik yang bagus (dan tentunya gratis) yang bisa Anda manfaatkan untuk memgoptimalkan performa website Anda. Teknik ini adalah teknik menggiring search engine populer ke halaman-halaman web Anda. Ya, jangan menunggu terlalu lama agar search engine berbaik hati menelusuri halaman-halaman web Anda. Sekarang saatnya Anda lah yang menyodorkan daftar tugas ke search engine.
Sebagai bonus, teknik ini juga menjadi trik ampuh jika website Anda belum terindeks di Google, dijamin kurang dari seminggu website Anda akan terindeks !
Jenis-jenis File Daftar URL
Pertama, ketahui dulu jenis-jenis file yang harus Anda sodorkan ke search engine :
*
sitemap.xml (dan file kompresinya sitemap.xml.gz) : file daftar URL yang nantinya Anda sodorkan ke search engine Google.
*
urllist.txt (dan file kompresinya urllist.txt.gz) : file daftar URL untuk menggiring search engine Yahoo!.
*
ror.xml : file daftar URL untuk dipertukarkan via sindikasi / RSS Feed.
*
sitemap.html : file daftar URL untuk Anda sajikan ke pengunjung dan Anda cadangkan bagi search engine lain.
Membuat Daftar URL
Kedua, persiapkan file daftar URL seluruh halaman web Anda. Tidak perlu panik jika Anda tidak tahu cara membuat file XML, jangan putus asa jika Anda memiliki ratusan halaman web yang harus didata. Anda dapat memanfaatkan tool pembuat file-file tersebut di atas. Anda dapat mencoba layanan pembuatan file daftar URL secara online semacam http://www.xml-sitemaps.com/, atau menginstal software untuk keperluan ini, misalnya GSiteCrawler (http://gsitecrawler.com/).
Mengupload Daftar URL ke Web Hosting
Ketiga, setelah beberapa format file daftar URL telah Anda miliki, sekarang upload seluruhnya ke web hosting Anda. Letakkan file-file tersebut ke direktori utama (contoh di dalam public_html). File-file ini lah nantinya yang akan terlebih dahulu dirujuk bot search engine saat berkunjung ke website Anda (sesuai dengan format file).
Menyodorkan Daftar URL ke Search Engine
Tahap terakhir, khusus pada search engine Google, Anda dapat lebih agresif lagi dalam menyodorkan daftar URL (sitemap.xml). Caranya dengan memanfaatkan layanan Google Webmaster Tools. Login ke layanan tersebut menggunakan ID account Gmail Anda. Isikan data website Anda, lakukan verifikasi website seperti yang dicontohkan di sana, lalu submit file sitemap.xml yang telah Anda miliki. Jangan lupa, gunakan fitur-fitur Webmaster Tools di sana untuk memantau performa website Anda.
Dengan teknis yang serupa, Anda juga dapat menyodorkan daftar URL (sitemap.xml) ke MSN Live Webmaster Tools.
http://www.semestainformatika.com/index.php?option=com_content&task=view&id=30&Itemid=9
Menambahkan statistik pada website
Anda ingin mengetahui jumlah pengunjung web Anda ? Ingin mengetahui browser yang dipakai atau halaman web Anda yang paling banyak dilihat ? Caranya gampang. Anda bisa menggunakan statistik yang telah disediakan oleh banyak provider. Salah satunya yang paling terkenal adalah www.hitbox.com. Tulisan ini akan menjelaskan cara menambahkan statistik pada halaman web dan informasi apa saja yang dapat diperoleh. Pada contoh ini kita akan menggunakan HitBox.
Untuk mendapatkan layanan tersebut.............
Untuk mendapatkan layanan tersebut, seperti biasanya Anda harus mendaftarkan terlebih dahulu. Isi dan ikuti langkah2 yang telah disediakan. Setelah itu Anda akan mendapatkan kode yang harus Anda tambahkan pada halaman web Anda. Ada dua macam kode, yaitu kode yang diletakkan pada halaman utama web Anda dan kode yang diletakkan pada halaman lainnya (bukan pada halaman utama). Nah copy kode tersebut ke halaman yang ingin Anda amati statistiknya.
Nah, setelah halaman web yang telah disisipi kode dari HitBox tersebut di-upload, Anda bisa mendapatkan beragam info seperti:
1. Page Views, jumlah halaman yang dilihat.
2. Pages Viewed Per Visitor, jumlah halaman yang dilihat oleh tiap pengunjung web Anda.
3. Most Requested Pages, halaman yang paling banyak dilihat.
4. Average Depth of Pages, menunjukkan berapa jumlah halaman yang dilihat oleh pengunjung web Anda. Dengan kata lain satu pengunjung melihat berapa halaman web.
5. Browser Version, browser yang dipakai oleh pengunjung web Anda, bisa Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, dll.
6. Resolusi monitor, menujukkan resolusi monitor yang digunakan untuk melihat web Anda.
7. Referring URLs, menunjukkan darimana mereka datang ke web Anda, apakah dari link web lain, search engine, bookmark, atau yang lainnya.
8. Time Spent on Site, menunjukkan berapa detik, menit atau jam-kah para pengunjung berada pada web Anda.
Cuma itu saja ? Tidak ! Selain yang telah disebutkan di atas, masih banyak informasi menarik lainnya yang dapat Anda dapatkan dari HitBox.
Dengan berbekal info tersebut Anda dapat melakukan optimasi untuk web Anda. Misalnya dari info Browser Version, jika pengunjung web Anda sebagian besar menggunakan Internet Explorer, Anda bisa membuat desain dengan optimasi untuk IE. Dari Most Requested Pages, Anda bisa menentukan rubrik apa yang sebaiknya terus ditambah mana yang tetap (ini jika web Anda terdiri dari beragam rubrik, seperti situs Klik Kanan ini :)).
Untuk mendapatkan layanan tersebut.............
Untuk mendapatkan layanan tersebut, seperti biasanya Anda harus mendaftarkan terlebih dahulu. Isi dan ikuti langkah2 yang telah disediakan. Setelah itu Anda akan mendapatkan kode yang harus Anda tambahkan pada halaman web Anda. Ada dua macam kode, yaitu kode yang diletakkan pada halaman utama web Anda dan kode yang diletakkan pada halaman lainnya (bukan pada halaman utama). Nah copy kode tersebut ke halaman yang ingin Anda amati statistiknya.
Nah, setelah halaman web yang telah disisipi kode dari HitBox tersebut di-upload, Anda bisa mendapatkan beragam info seperti:
1. Page Views, jumlah halaman yang dilihat.
2. Pages Viewed Per Visitor, jumlah halaman yang dilihat oleh tiap pengunjung web Anda.
3. Most Requested Pages, halaman yang paling banyak dilihat.
4. Average Depth of Pages, menunjukkan berapa jumlah halaman yang dilihat oleh pengunjung web Anda. Dengan kata lain satu pengunjung melihat berapa halaman web.
5. Browser Version, browser yang dipakai oleh pengunjung web Anda, bisa Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, dll.
6. Resolusi monitor, menujukkan resolusi monitor yang digunakan untuk melihat web Anda.
7. Referring URLs, menunjukkan darimana mereka datang ke web Anda, apakah dari link web lain, search engine, bookmark, atau yang lainnya.
8. Time Spent on Site, menunjukkan berapa detik, menit atau jam-kah para pengunjung berada pada web Anda.
Cuma itu saja ? Tidak ! Selain yang telah disebutkan di atas, masih banyak informasi menarik lainnya yang dapat Anda dapatkan dari HitBox.
Dengan berbekal info tersebut Anda dapat melakukan optimasi untuk web Anda. Misalnya dari info Browser Version, jika pengunjung web Anda sebagian besar menggunakan Internet Explorer, Anda bisa membuat desain dengan optimasi untuk IE. Dari Most Requested Pages, Anda bisa menentukan rubrik apa yang sebaiknya terus ditambah mana yang tetap (ini jika web Anda terdiri dari beragam rubrik, seperti situs Klik Kanan ini :)).
Jaringan
Jaringan
Banyak administrator merasa bahwa ketika jaringan menyala dan berjalan pekerjaan selesai. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ketika suatu jaringan telah selesai, di situlah pekerjaan sebenarnya dari administrator jaringan dimulai.
Setelah mengetahui bagaimana mendesain dan membuat jaringan, Anda dapat melakukan tugas seperti memilih, menginstalasi, dan mengetes kabel, serta menentukan di mana tempat kabel diletakkan. Namun, desain dan implementasi jaringan hanya sebagian dari yang perlu Anda ketahui. Anda harus mengetahui bagaimana memelihara jaringan dan menjaganya tetap berfungsi pada tingkat yang diinginkan. Ini berarti Anda harus mengetahui bagaimana mengatasi masalah pada waktu mereka muncul. Di samping itu, Anda harus tahu kapan ekspansi atau perubahan konfigurasi jaringan dilakukan supaya dapat memenuhi permintaan.
Bagaimana Jaringan Kelihatannya?
Pandangan terhadap jaringan itu penting. Jaringan adalah sekumpulan perangkat yang berhubungan satu sama lain untuk menyediakan komunikasi. Ketika administrator melihat jaringan, haruslah secara keseluruhan bukan individu. Dengan kata lain, masingmasing perangkat pada jaringan mempengaruhi perangkat lain dan jaringan secara keseluruhan. Tidak ada yang diisolasi ketika dihubungkan ke jaringan.
Sebagai perbandingan ambil contoh mobil. Mobil adalah sekumpulan onderdil yang menyediakan transportasi. Mesin memberikan tenaga untuk menggerakkan mobil, tetapi ia tidak akan berfungsi dengan baik jika sistem bahan bakar tidak bekerja atau bannya hilang. Rem juga komponen yang penting, tetapi sekali lagi, tanpa sistem hidrolik rem tidak akan berfungsi dan mobil tidak akan berhenti. Tanpa semua komponen bekerja sama, mobil tidak akan dapat melakukan tugas yang dimaksudkan: transportasi.
Hal yang sama juga berlaku untuk jaringan. Jika server jaringan menggunakan protokol TCP/IP dan host-nya tidak, mereka tidak akan dapat berkomunikasi. Jika jaringan bekerja bagus dan admnistrator hanya mengubah protokol pada satu sisi, jaringan berhenti bekerja. Satu perangkat mempengaruhi bagaimana perangkat lain bekerja. Contoh lain misalnya DNS server dengan alamat IP 202.58.68.7. Semua host Anda dikonfigurasi untuk mencari DNS server pada alamat IP tersebut. Jika administrator jaringan mengubah alamat IP DNS tanpa mengubah host, maka mereka tidak lagi mempunyai layanan DNS.
Hal penting yang perlu diingat pada waktu menangani jaringan adalah dengan melihatnya sebagai satu kelompok perangkat individu yang saling terhubung. Ini juga berlaku untuk Wide Area Network yang digunakan pada waktu terhubung ke Internet. Perubahan yang dilakukan ke router di tempat Anda secara langsung akan mempengaruhi efisiensi dan keandalan komunikasi seluruh sistem.
Definisi dan Batas Tanggung Jawab
Pada jaringan perusahaan, staf jaringan harus tahu tanggung jawabnya. Apakah tanggung jawab staf jaringan untuk mendiagnosis masalah pada desktop user, atau mengatakan bahwa masalah user tidak berhubungan dengan komunikasi? Apakah tanggung jawab staf
jaringan hanya sebatas sampai panel kabet di dinding atau sampai ke NIC?
Definisi seperti itu sangat penting bagi bagian jaringan. Mereka mempengaruhi beban kerja masing-masing orang, dan biaya layanan jaringan untuk perusahaan. Semakin besar tanggung jawab staf jaringan, semakin besar biaya resource. Bayangkan sebuah restoran yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu individu. Satu orang ini bertanggung jawab untuk semua tugas, termasuk memasak, melayani, mencuci piring, dan membayar tagihan. Biasa, sumber daya manusia restoran tersebut relatif rendah, tetapi kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang terbatas sampai pemilik mempekerjakan juru masak, pelayan, dan akuntan. Sekarang setelah tanggung jawab dibagi, restoran dapat melayani lebih banyak orang dengan lebih efisien. Tentu saja, akibatnya biaya resource meningkat seiring adanya pertumbuhan dan ekspansi.
Seperti yang ditunjukkan pada contoh restoran, pekerjaan support jaringan bisa meliputi semua aspek jaringan atau dibatasi pada komponen tertentu saja. Tanggung jawab ini perlu ditentukan dan dilaksanakan pada tiap-tiap bagian. Kunci untuk memahami hubungan ini adalah bahwa membuat area tanggung jawab terlalu besar bisa memperbesar resource, tetapi membuat area tanggung jawab terlalu kecil membuatnya sulit untuk mengatasi masalah pada jaringan secara efektif.
Biaya Jaringan
Administrasi jaringan meliputi banyak tanggung jawab, termasuk analisis biaya. Ini berarti tidak hanya biaya desain dan implementasi jaringan, tetapi juga biaya pemeliharaan, upgrade, dan monitoring jaringan. Menentukan biaya instalasi jaringan bukanlah tugas yang sulit bagi sebagian besar administrator jaringan. Daftar perangkat dan harga sudah tersedia; biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan rating tetap. Sayangnya, biaya pembangunan jaringan hanyalah permulaan saja.
Berikut adalah beberapa faktor biaya lain yang harus dipertimbangkan: pertumbuhan jaringan; pelatihan teknisi dan user; dan penggunaan software. Biaya-biaya ini jauh lebih sulit diperkirakan dibanding biaya membangun jaringan. Administrator jaringan harus bisa melihat historis tren dan pertumbuhan perusahaan untuk memperkirakan biaya pertumbuhan jaringan. Seorang manajer harus melihat software dan hardware baru untuk menentukan apakah perusahaan akan mengimplementasikan mereka dan kapan, termasuk
pelatihan para staf untuk mendukung teknologi baru tersebut.
Biaya peralatan untuk operasional yang kritis juga perlu dimasukkan ke dalam biaya pemeliharaan jaringan. Bayangkan, bisnis berbasis Internet yang menggunakan satu router untuk terhubung ke Internet. Jika router tersebut tidak berfungsi, perusahaan Anda tidak dapat melakukan kegiatan sampai router diganti. Ini bisa menyebabkan perusahaan menderita jutaan rupiah karena kehilangan penjualan. Administrator jaringan yang bijaksana akan menyimpan router cadangan untuk memperkecil waktu downtime perusahaan.
Laporan Kesalahan
Seperti yang telah disebutkan, manajemen jaringan yang efektif memerlukan dokumentasi yang lengkap, oleh karena itu jika timbul suatu masalah perlu dibuat laporan kesalahan. Laporan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah, dan juga memberi cara dalam memantau kemajuan dan solusi akhir dari masalah tersebut. Laporan kesalahan memberikan pertimbangan kepada manajemen dalam mempekerjakan staf baru, membeli perangkat, dan memberi pelatihan tambahan. Laporan ini juga memberikan solusi untuk masalah yang sama yang telah dipecahkan.
Mengapa Jaringan Perlu Dimonitor?
Meskipun ada banyak alasan untuk memonitor jaringan, dua alasan utama adalah memperkirakan perubahan untuk masa depan dan mendeteksi perubahan yang tak terduga pada jaringan. Perubahan yang tak terduga bisa meliputi hal seperti router atau switch yang tidak berfungsi, hacker mencoba mendapatkan akses ke jaringan, atau kesalahan jalur komunikasi. Tanpa kemampuan untuk memonitor jaringan, administrator hanya dapat bereaksi terhadap masalah pada waktu mereka muncul, bukannya lebih dulu mencegah masalah supaya tidak terjadi.
Memonitoring Wide Area Network menggunakan banyak cara yang sama seperti pada Local Area Network. Salah satu perbedaan utama antara WAN dan LAN adalah penempatan fisik peralatan. Penempatan dan penggunaan tool monitoring menjadi sangat penting bagi operasional Wide Area Network yang tidak boleh terganggu.
Troubleshooting Jaringan
Permasalahan terjadi! Bahkan ketika jaringan dimonitor, perangkat dapat diandalkan, dan user berhati-hati, ada saja hal yang bermasalah. Pertama dan paling penting adalah menggunakan jurnal rancang-bangun Anda dan membuat catatan. Pembuatan catatan bisa
memberikan cara yang jelas dalam mendiagnosis masalah. Ia bisa memberitahu apa yang telah Anda coba dan bagaimana pengaruhnya terhadap masalah. Ini bisa sangat berharga bagi troubleshooter sehingga usaha yang dilakukan sebelumnya tidak akan diulang lagi.
Membuat catatan juga sangat berharga jika masalah diberikan kepada teknisi lain supaya mereka tidak melakukan kembali semua pekerjaan yang sudah dilakukan. Salinan catatan harus disertakan bersama solusi masalah pada waktu trouble ticket diselesaikan. Ini bisa menjadi referensi untuk masalah serupa yang mungkin terjadi sehubungan dengan masalah tersebut.
Elemen penting lain dari troubleshooting adalah penamaan (labeling). Beri label semuanya, termasuk kedua ujung kabel. Label tersebut tidak hanya meliputi nama kabel, tetapi juga di mana ujung yang lain berada dan penggunaan kabel, misalnya, untuk suara, data atau video.
Pada waktu troubleshotting, label seperti ini bisa lebih berharga dibanding catatan pemasangan kabel karena label berada bersama dengan unit dan tidak tersimpan dalam laci di suatu tempat. Bersama dengan label kabel, pemberian label masing-masing port pada hub, switch, atau router berikut lokasi, keperluan, dan titik koneksi akan sangat mempermudah sehingga masalah bisa diatasi.
Semua komponen lain yang dihubungkan ke jaringan juga harus diberi label seperti lokasi dan keperluan mereka. Dengan label semacam ini, semua komponen bisa dicari dan keperluan mereka pada jaringan bisa diketahui dengan mudah. Penggunaan label bersama dokumentasi jaringan akan memberi gambaran lengkap tentang jaringan dan hubungannya.
Satu hal penting lain yang perlu diingat bahwa dokumentasi hanya berguna jika berisi informasi terbaru. Semua perubahan yang dilakukan ke jaringan harus dicatat pada perangkat atau kabel yang diubah serta dokumentasi yang digunakan untuk menggambarkan jaringan keseluruhan.
DOKUMENTASI JARINGAN
Komponen pertama dan paling penting untuk jaringan yang baik adalah dokumentasi. Dokumentasi paling sering dibicarakan dan paling sedikit dilakukan dalam jaringan. Dokumentasi mewakili ingatan administrator jaringan. Ia berisi jurnal rancang-bangun Anda, tetapi tidak berhenti sampai di situ. Dokumentasi juga meliputi: diagram yang menunjukkan jalur fisik layout kabel, jenis kabel, panjang masing-masing kabel, jenis terminasi kabel, lokasi fisik masing-masing panel dinding atau patch panel, dan model penamaan (labeling) supaya masing-masing kabel bisa diidentifikasi dengan mudah.
Layout MDF dan IDF
Dokumen ini berisi layout fisik dan logical dari Main Distribution Facility dan semua Intermediate Distribution Facilities pada jaringan. Ini meliputi layout fisik susunan rak, perlengkapan pendukung, server, label patch panel untuk mengidentifikasi terminasi kabel, rincian identifikasi, dan konfigurasi semua perangkat ada.
Konfigurasi Server dan Workstation
Rincian konfigurasi server dan workstation dibuat untuk masing-masing host yang terhubung ke jaringan. Informasi pada dokumen ini distandardisasi dan berisi hal-hal, seperti pembuatan dan model komputer, nomor seri, drive floppy, harddisk, drive DVD/CD-ROM, kartu suara dan jaringan, jumlah RAM, dan rincian fisik lainnya dari komputer. Dokumen ini juga meliputi rincian konfigurasi komputer, konfigurasi IRQ, DMA dan Base Memory dari kartu peripheral. Terakhir, dokumen berisi lokasi fisik, user, dan identitas jaringan (alamat IP, MAC address, subnet, topologi) dari komputer itu.
Daftar Software
Daftar software berisi software standar dan khusus yang digunakan masing-masing mesin pada jaringan, dan rincian konfigurasi instalasi standar pada masing-masing paket software. Daftar ini juga meliputi operating system dan aplikasi.
Catatan Maintenance
Penting juga untuk menyimpan catatan semua perbaikan yang dilakukan pada perlengkapan yang dimasukkan ke dalam jaringan. Ini akan membantu administrator untuk memperkirakan masalah yang mungkin terjadi dengan hardware dan software pada masa yang akan datang.
Langkah Pengamanan
Dokumen ini tidak hanya meliputi pengamanan “lunak”, seperti hak user, password, dan firewall, tetapi juga pengamanan fisik. Pengamanan fisik atau keras meliputi hal sederhana, seperti mengidentifikasi bagaimana MDF dan IDF dikunci, siapa yang mempunyai akses ke ruangan tersebut dan mengapa, bagaimana host dilindungi (kabel pengaman—alarm), dan siapa yang mempunyai akses fisik ke sistem.
User Policy
User policy merupakan dokumen yang bisa jadi paling penting dan bermanfaat bagi administrator jaringan. Mereka berisi bagaimana user berhubungan dengan jaringan. Policy tersebut meliputi apa yang boleh dan apa yang tidak dibolehkan pada jaringan. Juga harus disertakan apa nanti konsekuensi bagi user yang melanggar.
Aspek lain dari user policy meliputi user ID dan panjang password minimum yang diharuskan, dan aturan untuk isi password. User policy perlu dibuat bersama manajemen perusahaan supaya policy tersebut bisa diterima dan dilaksanakan. Sebagai administrator jaringan, sedapat mungkin buat jaringan yang paling aman dan fungsional bagi perusahaan. Namun, pastikan policy jaringan tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan atau membatasi para user dalam mengakses resource yang diperlukan.
Informasi yang dicatat pada dokumen yang disebutkan menciptakan dokumentasi jaringan untuk sistem Anda. Dokumentasi ini akan membuat maintenance dan upgrade jaringan menjadi lebih teratur. Dokumentasi ini akan memberikan titik awal kepada administrator untuk kembali jika upgrade mengalami masalah atau jika perlu memulihkan jaringan yang tidak berfungsi.
Satu poin terakhir tentang dokumentasi jaringan adalah bahwa dokumentasi perlu diperbarui secara kontinyu dengan upgrade dan perubahan konfigurasi jaringan terbaru. Jika tidak dilakukan, dokumentasi tidak akan mempunyai hubungan yang kuat dengan implementasi jaringan yang sedang digunakan.
Sumber :
http://www.semestainformatika.com/index.php?option=com_content&task=view&id=34&Itemid=9
Banyak administrator merasa bahwa ketika jaringan menyala dan berjalan pekerjaan selesai. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ketika suatu jaringan telah selesai, di situlah pekerjaan sebenarnya dari administrator jaringan dimulai.
Setelah mengetahui bagaimana mendesain dan membuat jaringan, Anda dapat melakukan tugas seperti memilih, menginstalasi, dan mengetes kabel, serta menentukan di mana tempat kabel diletakkan. Namun, desain dan implementasi jaringan hanya sebagian dari yang perlu Anda ketahui. Anda harus mengetahui bagaimana memelihara jaringan dan menjaganya tetap berfungsi pada tingkat yang diinginkan. Ini berarti Anda harus mengetahui bagaimana mengatasi masalah pada waktu mereka muncul. Di samping itu, Anda harus tahu kapan ekspansi atau perubahan konfigurasi jaringan dilakukan supaya dapat memenuhi permintaan.
Bagaimana Jaringan Kelihatannya?
Pandangan terhadap jaringan itu penting. Jaringan adalah sekumpulan perangkat yang berhubungan satu sama lain untuk menyediakan komunikasi. Ketika administrator melihat jaringan, haruslah secara keseluruhan bukan individu. Dengan kata lain, masingmasing perangkat pada jaringan mempengaruhi perangkat lain dan jaringan secara keseluruhan. Tidak ada yang diisolasi ketika dihubungkan ke jaringan.
Sebagai perbandingan ambil contoh mobil. Mobil adalah sekumpulan onderdil yang menyediakan transportasi. Mesin memberikan tenaga untuk menggerakkan mobil, tetapi ia tidak akan berfungsi dengan baik jika sistem bahan bakar tidak bekerja atau bannya hilang. Rem juga komponen yang penting, tetapi sekali lagi, tanpa sistem hidrolik rem tidak akan berfungsi dan mobil tidak akan berhenti. Tanpa semua komponen bekerja sama, mobil tidak akan dapat melakukan tugas yang dimaksudkan: transportasi.
Hal yang sama juga berlaku untuk jaringan. Jika server jaringan menggunakan protokol TCP/IP dan host-nya tidak, mereka tidak akan dapat berkomunikasi. Jika jaringan bekerja bagus dan admnistrator hanya mengubah protokol pada satu sisi, jaringan berhenti bekerja. Satu perangkat mempengaruhi bagaimana perangkat lain bekerja. Contoh lain misalnya DNS server dengan alamat IP 202.58.68.7. Semua host Anda dikonfigurasi untuk mencari DNS server pada alamat IP tersebut. Jika administrator jaringan mengubah alamat IP DNS tanpa mengubah host, maka mereka tidak lagi mempunyai layanan DNS.
Hal penting yang perlu diingat pada waktu menangani jaringan adalah dengan melihatnya sebagai satu kelompok perangkat individu yang saling terhubung. Ini juga berlaku untuk Wide Area Network yang digunakan pada waktu terhubung ke Internet. Perubahan yang dilakukan ke router di tempat Anda secara langsung akan mempengaruhi efisiensi dan keandalan komunikasi seluruh sistem.
Definisi dan Batas Tanggung Jawab
Pada jaringan perusahaan, staf jaringan harus tahu tanggung jawabnya. Apakah tanggung jawab staf jaringan untuk mendiagnosis masalah pada desktop user, atau mengatakan bahwa masalah user tidak berhubungan dengan komunikasi? Apakah tanggung jawab staf
jaringan hanya sebatas sampai panel kabet di dinding atau sampai ke NIC?
Definisi seperti itu sangat penting bagi bagian jaringan. Mereka mempengaruhi beban kerja masing-masing orang, dan biaya layanan jaringan untuk perusahaan. Semakin besar tanggung jawab staf jaringan, semakin besar biaya resource. Bayangkan sebuah restoran yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu individu. Satu orang ini bertanggung jawab untuk semua tugas, termasuk memasak, melayani, mencuci piring, dan membayar tagihan. Biasa, sumber daya manusia restoran tersebut relatif rendah, tetapi kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang terbatas sampai pemilik mempekerjakan juru masak, pelayan, dan akuntan. Sekarang setelah tanggung jawab dibagi, restoran dapat melayani lebih banyak orang dengan lebih efisien. Tentu saja, akibatnya biaya resource meningkat seiring adanya pertumbuhan dan ekspansi.
Seperti yang ditunjukkan pada contoh restoran, pekerjaan support jaringan bisa meliputi semua aspek jaringan atau dibatasi pada komponen tertentu saja. Tanggung jawab ini perlu ditentukan dan dilaksanakan pada tiap-tiap bagian. Kunci untuk memahami hubungan ini adalah bahwa membuat area tanggung jawab terlalu besar bisa memperbesar resource, tetapi membuat area tanggung jawab terlalu kecil membuatnya sulit untuk mengatasi masalah pada jaringan secara efektif.
Biaya Jaringan
Administrasi jaringan meliputi banyak tanggung jawab, termasuk analisis biaya. Ini berarti tidak hanya biaya desain dan implementasi jaringan, tetapi juga biaya pemeliharaan, upgrade, dan monitoring jaringan. Menentukan biaya instalasi jaringan bukanlah tugas yang sulit bagi sebagian besar administrator jaringan. Daftar perangkat dan harga sudah tersedia; biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan rating tetap. Sayangnya, biaya pembangunan jaringan hanyalah permulaan saja.
Berikut adalah beberapa faktor biaya lain yang harus dipertimbangkan: pertumbuhan jaringan; pelatihan teknisi dan user; dan penggunaan software. Biaya-biaya ini jauh lebih sulit diperkirakan dibanding biaya membangun jaringan. Administrator jaringan harus bisa melihat historis tren dan pertumbuhan perusahaan untuk memperkirakan biaya pertumbuhan jaringan. Seorang manajer harus melihat software dan hardware baru untuk menentukan apakah perusahaan akan mengimplementasikan mereka dan kapan, termasuk
pelatihan para staf untuk mendukung teknologi baru tersebut.
Biaya peralatan untuk operasional yang kritis juga perlu dimasukkan ke dalam biaya pemeliharaan jaringan. Bayangkan, bisnis berbasis Internet yang menggunakan satu router untuk terhubung ke Internet. Jika router tersebut tidak berfungsi, perusahaan Anda tidak dapat melakukan kegiatan sampai router diganti. Ini bisa menyebabkan perusahaan menderita jutaan rupiah karena kehilangan penjualan. Administrator jaringan yang bijaksana akan menyimpan router cadangan untuk memperkecil waktu downtime perusahaan.
Laporan Kesalahan
Seperti yang telah disebutkan, manajemen jaringan yang efektif memerlukan dokumentasi yang lengkap, oleh karena itu jika timbul suatu masalah perlu dibuat laporan kesalahan. Laporan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah, dan juga memberi cara dalam memantau kemajuan dan solusi akhir dari masalah tersebut. Laporan kesalahan memberikan pertimbangan kepada manajemen dalam mempekerjakan staf baru, membeli perangkat, dan memberi pelatihan tambahan. Laporan ini juga memberikan solusi untuk masalah yang sama yang telah dipecahkan.
Mengapa Jaringan Perlu Dimonitor?
Meskipun ada banyak alasan untuk memonitor jaringan, dua alasan utama adalah memperkirakan perubahan untuk masa depan dan mendeteksi perubahan yang tak terduga pada jaringan. Perubahan yang tak terduga bisa meliputi hal seperti router atau switch yang tidak berfungsi, hacker mencoba mendapatkan akses ke jaringan, atau kesalahan jalur komunikasi. Tanpa kemampuan untuk memonitor jaringan, administrator hanya dapat bereaksi terhadap masalah pada waktu mereka muncul, bukannya lebih dulu mencegah masalah supaya tidak terjadi.
Memonitoring Wide Area Network menggunakan banyak cara yang sama seperti pada Local Area Network. Salah satu perbedaan utama antara WAN dan LAN adalah penempatan fisik peralatan. Penempatan dan penggunaan tool monitoring menjadi sangat penting bagi operasional Wide Area Network yang tidak boleh terganggu.
Troubleshooting Jaringan
Permasalahan terjadi! Bahkan ketika jaringan dimonitor, perangkat dapat diandalkan, dan user berhati-hati, ada saja hal yang bermasalah. Pertama dan paling penting adalah menggunakan jurnal rancang-bangun Anda dan membuat catatan. Pembuatan catatan bisa
memberikan cara yang jelas dalam mendiagnosis masalah. Ia bisa memberitahu apa yang telah Anda coba dan bagaimana pengaruhnya terhadap masalah. Ini bisa sangat berharga bagi troubleshooter sehingga usaha yang dilakukan sebelumnya tidak akan diulang lagi.
Membuat catatan juga sangat berharga jika masalah diberikan kepada teknisi lain supaya mereka tidak melakukan kembali semua pekerjaan yang sudah dilakukan. Salinan catatan harus disertakan bersama solusi masalah pada waktu trouble ticket diselesaikan. Ini bisa menjadi referensi untuk masalah serupa yang mungkin terjadi sehubungan dengan masalah tersebut.
Elemen penting lain dari troubleshooting adalah penamaan (labeling). Beri label semuanya, termasuk kedua ujung kabel. Label tersebut tidak hanya meliputi nama kabel, tetapi juga di mana ujung yang lain berada dan penggunaan kabel, misalnya, untuk suara, data atau video.
Pada waktu troubleshotting, label seperti ini bisa lebih berharga dibanding catatan pemasangan kabel karena label berada bersama dengan unit dan tidak tersimpan dalam laci di suatu tempat. Bersama dengan label kabel, pemberian label masing-masing port pada hub, switch, atau router berikut lokasi, keperluan, dan titik koneksi akan sangat mempermudah sehingga masalah bisa diatasi.
Semua komponen lain yang dihubungkan ke jaringan juga harus diberi label seperti lokasi dan keperluan mereka. Dengan label semacam ini, semua komponen bisa dicari dan keperluan mereka pada jaringan bisa diketahui dengan mudah. Penggunaan label bersama dokumentasi jaringan akan memberi gambaran lengkap tentang jaringan dan hubungannya.
Satu hal penting lain yang perlu diingat bahwa dokumentasi hanya berguna jika berisi informasi terbaru. Semua perubahan yang dilakukan ke jaringan harus dicatat pada perangkat atau kabel yang diubah serta dokumentasi yang digunakan untuk menggambarkan jaringan keseluruhan.
DOKUMENTASI JARINGAN
Komponen pertama dan paling penting untuk jaringan yang baik adalah dokumentasi. Dokumentasi paling sering dibicarakan dan paling sedikit dilakukan dalam jaringan. Dokumentasi mewakili ingatan administrator jaringan. Ia berisi jurnal rancang-bangun Anda, tetapi tidak berhenti sampai di situ. Dokumentasi juga meliputi: diagram yang menunjukkan jalur fisik layout kabel, jenis kabel, panjang masing-masing kabel, jenis terminasi kabel, lokasi fisik masing-masing panel dinding atau patch panel, dan model penamaan (labeling) supaya masing-masing kabel bisa diidentifikasi dengan mudah.
Layout MDF dan IDF
Dokumen ini berisi layout fisik dan logical dari Main Distribution Facility dan semua Intermediate Distribution Facilities pada jaringan. Ini meliputi layout fisik susunan rak, perlengkapan pendukung, server, label patch panel untuk mengidentifikasi terminasi kabel, rincian identifikasi, dan konfigurasi semua perangkat ada.
Konfigurasi Server dan Workstation
Rincian konfigurasi server dan workstation dibuat untuk masing-masing host yang terhubung ke jaringan. Informasi pada dokumen ini distandardisasi dan berisi hal-hal, seperti pembuatan dan model komputer, nomor seri, drive floppy, harddisk, drive DVD/CD-ROM, kartu suara dan jaringan, jumlah RAM, dan rincian fisik lainnya dari komputer. Dokumen ini juga meliputi rincian konfigurasi komputer, konfigurasi IRQ, DMA dan Base Memory dari kartu peripheral. Terakhir, dokumen berisi lokasi fisik, user, dan identitas jaringan (alamat IP, MAC address, subnet, topologi) dari komputer itu.
Daftar Software
Daftar software berisi software standar dan khusus yang digunakan masing-masing mesin pada jaringan, dan rincian konfigurasi instalasi standar pada masing-masing paket software. Daftar ini juga meliputi operating system dan aplikasi.
Catatan Maintenance
Penting juga untuk menyimpan catatan semua perbaikan yang dilakukan pada perlengkapan yang dimasukkan ke dalam jaringan. Ini akan membantu administrator untuk memperkirakan masalah yang mungkin terjadi dengan hardware dan software pada masa yang akan datang.
Langkah Pengamanan
Dokumen ini tidak hanya meliputi pengamanan “lunak”, seperti hak user, password, dan firewall, tetapi juga pengamanan fisik. Pengamanan fisik atau keras meliputi hal sederhana, seperti mengidentifikasi bagaimana MDF dan IDF dikunci, siapa yang mempunyai akses ke ruangan tersebut dan mengapa, bagaimana host dilindungi (kabel pengaman—alarm), dan siapa yang mempunyai akses fisik ke sistem.
User Policy
User policy merupakan dokumen yang bisa jadi paling penting dan bermanfaat bagi administrator jaringan. Mereka berisi bagaimana user berhubungan dengan jaringan. Policy tersebut meliputi apa yang boleh dan apa yang tidak dibolehkan pada jaringan. Juga harus disertakan apa nanti konsekuensi bagi user yang melanggar.
Aspek lain dari user policy meliputi user ID dan panjang password minimum yang diharuskan, dan aturan untuk isi password. User policy perlu dibuat bersama manajemen perusahaan supaya policy tersebut bisa diterima dan dilaksanakan. Sebagai administrator jaringan, sedapat mungkin buat jaringan yang paling aman dan fungsional bagi perusahaan. Namun, pastikan policy jaringan tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan atau membatasi para user dalam mengakses resource yang diperlukan.
Informasi yang dicatat pada dokumen yang disebutkan menciptakan dokumentasi jaringan untuk sistem Anda. Dokumentasi ini akan membuat maintenance dan upgrade jaringan menjadi lebih teratur. Dokumentasi ini akan memberikan titik awal kepada administrator untuk kembali jika upgrade mengalami masalah atau jika perlu memulihkan jaringan yang tidak berfungsi.
Satu poin terakhir tentang dokumentasi jaringan adalah bahwa dokumentasi perlu diperbarui secara kontinyu dengan upgrade dan perubahan konfigurasi jaringan terbaru. Jika tidak dilakukan, dokumentasi tidak akan mempunyai hubungan yang kuat dengan implementasi jaringan yang sedang digunakan.
Sumber :
http://www.semestainformatika.com/index.php?option=com_content&task=view&id=34&Itemid=9
Langganan:
Postingan (Atom)
